Sarapan di Kudus (1) : Opor Panggang

Berlibur di Kudus bagi saya merupakan liburan yang tak bakal membosankan. Selain karena bisa sekalian menengok orang tua, wisata kuliner di Kudus dan sekitarnya merupakan daya tarik tersendiri bagi saya dan suami. Mulai dari sarapan, makan siang hingga makan malam, alternatif pilihan makanannya bikin liburan cuma 1-2 hari gak akan cukup buat ngicipin semuanya :-)

Salah satu alternatif pilihan sarapan di Kudus adalah Opor Panggang / Opor Bakar Sunggingan. Menu kuliner unik khas Kota Kudus ini sudah bertahan lebih dari 50 tahun. Terletak di Jl. Niti Semito no. 9, persisnya di pertigaan Ploso dan Sunggingan, rumah makan sederhana ini tidak pernah sepi pengunjung. Buka setiap hari pukul 6 pagi, dan biasanya ramai diserbu pelanggan pada saat jam makan pagi alias sarapan. Jangan coba-coba datang di atas jam 10 pagi karena anda akan mendapati salah satu tempat sarapan favorit warga Kudus ini mulai beberes untuk tutup.

Pak Suroso sedang melayani pembelinya
Pak Suroso, sebagai penerus orang tuanya berjualan, menyediakan tak kurang dari 50 ekor ayam setiap harinya. Bumbu halus yang dimasukkan ke dalam perut ayam kampung utuh kemudian dimasak opor hingga ayam matang membuat daging ayam empuk dan gurih. Setelah matang, ayam ditiriskan dan kemudian dibakar hingga sedikit gosong (terbakar) bagian kulit dan daging luarnya. Ini sebabnya Opor Sunggingan ini sering juga disebut sebagai Opor Bakar oleh para pelanggannya.


Ayam opor panggang, sambel goreng tahu dan kuah opor
Seporsi nasi opor panggang berisi nasi yang masih hangat, potongan ayam opor beserta sedikit kuahnya yang encer dan sambel goreng tahu yang rasanya sedikit pedas. Selain cara memasak opor yang unik, cara memotong daging opornya juga unik. Daging ayam dipotong kecil-kecil dengan menggunakan gunting, bukan disuwir seperti lazimnya potongan ayam pada masakan opor.

Seporsi nasi opor panggang lengkap
Beberapa pelanggan sering meminta 'kuah banjir' yang artinya meminta kuah opor encer yang agak banyak (banjir). Memakan seporsi nasi opor dengan menggunakan 'suru' (sendok yang terbuat dari selembar daun pisang yang dilipat) paling nikmat ditemani dengan segelas teh tawar panas, krupuk udang dan cabe rawit rebus... Hmmm..... sungguh nikmat dan bikin nagihhh !!!!

* Kapan mudik lagi yaaa.... :D *